Dinilai Sukses Sejahterakan dan Mandirikan Masyarakat

Dinilai Sukses Sejahterakan dan Mandirikan Masyarakat

  • PKK Tabalong Borong Dua Penghargaan

DUA penghargaan nasional diterima Ketua TP PKK Kabupaten Tabalong, Hj Syarifah Syifa Anang Syakhfiani, Jumat (14/7). Penghargaan diserahkan Ketua TP PKK Pusat Erni Guntarti Tjahjo Komolo, pada peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXIV, di Bandar Lampung, Provinsi Lampung.

Dua penghargaan yang didapat adalah Juara Madya tingkat nasional Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan penghargaan Manggala Karya Kencana.

Pada penyerahan ini juga dihadiri Ketua BKKBN Pusat Surya Chandra Surapaty, dan Sekjen Mendagri Hadi Prabowo.

Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan,  Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB (BP2APPKB) Tabalong, H Hormansyah, mengatakan, penghargaan ini menjadi motivasi tersendiri bagi pihaknya.

Terutama agar terus bisa meningkatkan dukungan dan kemitraan dengan TP PKK Kabupaten Tabalong.

Pihaknya pun juga mengucapkan terimakasih kepada Ketua TP PKK Tabalong dan jajaran yang terus mendukung suksesnya program kependudukan  dan KB serta pembangunan keluarga.

“Ini jadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan apa yang sudah dilakukan sampai saat ini,” katanya.

Ketua BKKBN Pusat, Surya Chandra Surapaty, dalam sambutannya mengatakan penghargaan bidang KKBPK diberikan kepada tokoh masyarakat termasuk Kepala Daerah dan Ketua TP PKK yang peduli dengan program KB.

Penghargaan itu bentuk apresiasi Pemerintah Pusat melalui BKKBN atas dukungan  mereka dalam  menyukseskan program KB dan pembangunan keluarga di daerah.

Pihaknya berharap penghargaan ini bisa menjadikan pemicu untuk terus mensosialisasikan program KB menuju masyarakat yang sejahtera dan mandiri. Sekaligus bentuk revolusi mental membentuk manusia yang berkarakter dan berkualitas.

Untuk mewujudkan manusia berkualitas tak terlepas dari peran dan fungsi keluarga dalam mewujudkan keluarga kecil, bahagia dan sejahtera, mengedukasi larangan seks pra nikah, jauhi pernikahan dini hingga penggunaan obat-obatan terlarang.

Untuk membentuk keluarga yang sejahtera memerlukan perencanaan yang matang, dua anak sudah cukup tanpa membedakan jenis kelaminnya baik laki-laki atau perempuan. (humas)