Pembelajaran Roda Pengetahuan Bawa Muhammad Munawar Aulia ke Nasional

Pembelajaran Roda Pengetahuan Bawa Muhammad Munawar Aulia ke Nasional

  • Lomba Inovasi Pembelajaran Tingkat Nasional 2017

?

GURU Kelas VI SDN 2 Tanjung, Kabupaten Tabalong, Muhammad Munawar Aulia Hamdi berhasil masuk dalam tahap semifinal lomba Inovasi Pembelajaran tingkat Nasional 2017 yang digelar Kemendikbud.  Bermodalkan sebuah alat pembelajaran sederhana dan murah, guru berprestasi ini kini sedang bersaing untuk mengharumkan nama banua di level nasional.

Bersama dirinya untuk Kalsel ada 16 guru lainnya yang juga ikut bersaing, terdiri dari guru SD 4 orang dan guru SMP ada 11 orang. Total ada 17 guru termasuk Munawar.

Khusus untuk Tabalong, selain Munawar, juga ada 4 guru lainnya yang menjadi bagian dari 17 orang guru se Kalsel yang ikut dalam tahapan tersebut.

Empat guru tersebut Deni Renoptri guru SDN Nawin Hilir 1, Rona Norhana Dewi dari SMPN 6 Tanjung, Iseu Widiartina dari SMPN 1 Tanjung dan Dian Anataliya Sulistianingtyas dari SMPN 9 Haruai.

Mereka semua kini bersiap untuk mengikuti workshoop yang merupakan tahapan semifinal dan diselenggarakan di Jakarta, Yogyakarta, Batam, Surabaya dan Makasar.

Total peserta yang ikut 300 dari tingkat SD dan 300 orang dari SMP,  tersaring dari 1.300an peserta yang mendaftar.

Dari tahapan ini akan diambil 120 orang untuk tingkat SD dan 120 orang tingkat SMP yang terbagi dalam tiga kelas mata pelajaran.

Yakni, kelas mata pelajaran  IPA, Matematika, mata pelajaran IPS, PPKn, Bahasa Indonesia dan Seni Budaya, Olahraga, Muatan Lokal.

Untuk Kabupaten Tabalong, tahun ini tahun ketiga ada perwakilan guru yang mengikuti even ini untuk bersaing di level nasional.

Sedangkan bagi Munawar lomba Inovasi Pembelajaran tingkat Nasional ini yang kali kedua diikutinya setelah di 2016 tadi hanya tembus di tahap workshoop atau semifinal.

“Tahun lalu saya membawakan media pembelajaran aplikasi autoplay untuk pelajaran agama,” kata pria kelahiran Tanjung, 28 Juli 1984 ini.

Sedangkan kali ini media pembelajaran yang dibawakan cukup sederhana dan tanpa biaya yang tinggi karena banyak berbahan dasar kardus bekas dan karton.

Inovasi media pembelajaran yang menjadi andalannya berupa Double Wheels atau disebutnya juga dengan nama Roda Pengetahuan untuk mata pelajaran PPKn.

Disebut Roda Pengetahuan karena media pembelajaran ini berbentuk bundar dan bisa diputar seperti roda untuk mendapatkan informasi terkait

Informasi yang bisa didapatkan terkait lembaga negara mulai dari eksekutif, yudikatif, legislatif dan lembaga lainnya.

“Sekali memutar rodanya maka kita tahu kepanjangan, masa jabatan, pejabat yang melantik, jumlah anggota, jenis lembaga dan tugasnya,” kata peraih juara 2 Forum Ilmiah Guru se Tabalong tahun 2015.

Diungkapkannya, ide ini muncul karena waktu dirinya menjadi pengajar di SDN Purui kecamatan Jaro, kabupaten Tabalong, yang lokasinya memang jauh dari ibu kota kabupaten.

Saat itu anak didiknya cukup kesulitan untuk mendapatkan materi tersebut karena bahannya yang cukup luas sehingga perlu untuk dipermudah dan dibuat menarik.

“Dengan begitu anak-anak akhirnya bisa medapatkan kemudahan dan bisa lebih tertarik. Hasilnya juga sudah ada dan terbukti nilai anak-anak meningkat,” ujar suami dari Zainatir Raiyah ini.

Soalnya, anak-anak bisa dengan mudah mencari informasi dan tidak cepat bosan karena Roda Pengetahuan yang dibuatnya menggunakan karton bewarna ditambah gambar-gambar yang ditempel.

Gambar-gambar pendukung di media bundar dengan diameter 14 cm untuk kertas luar dan diameter 12 cm untuk kertas dalam ini didapatkannya melalui internet.

“Jadi cukup sederhana, bahannya dari kardus, karton, ditambah kancing untuk pemutar. Sekali putar bisa didapatkan informasi yang dicari. Biaya untuk membuat hanya sekitar Rp. 20 ribu,” katanya.

Dengan inovasi media pembelajaran yang telah dibuatnya ini, dirinya pun berharap bisa mendapatkan hasil terbaik pada ajang ini sehingga bisa turut mengharumkan nama daerah.

“Nanti workshopya di Makasar pada 31 Juli, bila lolos akan diikutkan pameran dan persentase di Jakarta. Pengumuman hasil workshop pada pekan kedua Agustus. Mohon doanya,” kata ayah dari Filza Karel Ayman ini