Guru Tidak Tetap Terima SK Bupati

Guru Tidak Tetap Terima SK  Bupati
TANJUNG – Setelah pembagian SK guru tidak tetap daerah dibagikan untuk guru di Unit Pelayanan Teknis Inspeksi Pendidikan (UPT IP) lainnya, Senin (25/9) siang, giliran guru di UPT IP Kecamatan Tanjung-Murung Pudak yang menerima SK serupa.

Penyerahan SK tentang pengangkatan guru tidak tetap daerah Kabupaten Tabalong itu langsung dilakukan Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani, di Gedung Sarabakawa, Tanjung.
Sebanyak 179 orang guru TK dan SD di wilayah UPT IP Kecamatan Tanjung-Murung Pudak, yang menerima SK tersebut.
Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani, mengatakan, SK yang diberikan sebagai bentuk penghargaan dan apreasiasi terhadap guru-guru tidak tetap.
“Ini sebagai bentuk penghargaan saya sebagai bupati Tabalong terhadap kiprah dan kerja keras bapak-bapak,  ibu-ibu selama ini yang sekian tahun tidak punya status yang jelas,” kata bupati.
Menurutnya, ini layak diberikan karena dua tahun terakhir ini untuk bidang pendidikan terjadi perkembangan yang sangat luar biasa.
“Dua, tiga tahun sebelumnya keberhasilan dalam bidang pendidikan ini diukur dari angka partisipasi murni, angka partisipasi kasar, itu sudah tinggi kita, sudah capai 100 persen bahkan lebih. Tapi itu tidak lagi dijadikan ukuran,” ujar bupati.
Dijelaskannya, ukuran keberhasilan dalam pendidikan yang sekarang digunakan adalah rata-rata lama sekolah dan angka harapan lama sekolah.
Dimana saat ini Kabupaten Tabalong sudah berada di peringkat tiga se Kalsel, setelah tiga tahun lalu berada di peringkat kesebelas.
“Sebagai apresiasi keberhasilan inilah saya memandang perlu untuk memberikan legitimasi dalam bentuk surat keputusan pengangkatan guru tidak tetap,” tegasnya.
Harapannya dengan legitimasi yang diberikan maka bisa dijadikan sebagai pintu masuk untuk menjadi PNS atau Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).
Bupati juga menyampaikan, guru yang bisa menerima SK ini adalah mereka yang sudah memiliki latar belakang pendidikan S1, karena saat ini syarat untuk bisa jadi PNS atau P3K juga harus S1.
Untuk itulah bagi guru honorer yang tidak S1 dengan jumlah mencapai 300 orang disarankannya untuk bisa meneruskan jenjang pendidikannya.
“Pemkab Tabalong akan memikirkan bagaimana bisa membantu bagi yang akan melanjutkan pendidikannya, mungkin tidak bisa keseluruhan tetapi bagi yang indeks prestasinya tinggi akan dibantu beasiswa misalnya. Jadi ini memotivasi juga,” cetusnya.
Diketahui, ‎penyerahan SK Guru tidak tetap yang dilakukan di Gedung Sarabakawa ini merupakan bagian dari penyerahan SK Bupati Tabalong kepada 736 guru honorer yang ada. (hum)